Its Party Time!

 

Yak, tahun baru 2012 udah tinggal beberapa jam lagi. Sudah semenjak Kamis sore, berbagai terminal dan stasiun, padat oleh pemudik yang ingin liburan dan merayakan tahun baru di rumah. Yang enggak mudik, udah banyak juga persiapan untuk tahun baruan. Pertanyaan jamak yang sering terdengar menjelang akhir tahun begini biasanya adalah, “tahun baruan ngapain?”. Tul, gak?   😀

Tahun baru sendiri, walau setiap tahun selalu ada, tetapi tetap saja dianggap spesial. Entah siapa juga yang mulai, mengapa pergantian tanggal kok dimulai dari pukul 00. Jadi nih, dalam rangka menunggu pukul 00 nanti, banyak orang yang rela melakukan sesuatu spesial. Spesial itu tidak musti bersifat hingar bingar pesta, ada juga yang menunggu dan mengisi pukul 00 tersebut dengan keheningan dan kontemplasi.

Sementara yang ingin melewatkan pukul 00 bersama-sama dengan orang lain, ada banyak acara yang digelar. Mulai dari New Year’s Eve dinner party di hotel mewah hingga sekadar kumpul-kumpul rame-rame di rumah teman sambil potluck (bawa makanan sendiri-sendiri yang nantinya dinikmati bareng-bareng).

Nah, ngomong-omong tentang pesta kecil-kecilan di rumah teman, kalian yang datang sebagai tamu tahu tidak sih, kalau ada etiket dalam berpesta? Coba sebutkan apa saja?

Pernah gak, menjadi tuan rumah pesta, bukan di tempat-tempat seperti restoran, tapi rumah sendiri. Pastinya lebih repot daripada kalau berpesta di restoran dll, kan? Sebagai tuan rumah, apa sih yang paling bikin seneng dan kesel?

Kalau pengalam pribadi sih, paling seneng kalau bikin pesta dihadiri banyak orang dan semua senang, rame. Trus tamu-tamu memuji makanan yang dihidangkan, tidak ada yang komplen kehabisan. Setelah pesta usai, tamu-tamu pulang dengan sejuta kesan, dan besoknya cerita kalau semalam/kemarin habis seru-seruan di pesta yang aku selenggarakan.

Bagian yang paling bikin kesel sih, lebih ke attitude/sikap tamu sih. Seperti, tamu yang jorok dan bikin rumah kotor. Oke, tiap pesta pasti tempat pesta jadi berantakan setelahnya. Senang sekali kalau ada tamu yang berinisiatif untuk bantuin beresin ‘kekacauan’ pasca-party. Bahkan sekadar membereskan gelas piring kotor ke dapur, waaah senang sekali.

Nah, yang nyebelin itu kalau ada yang numpahin makanan/minuman di sofa atau malah tempat tidur. Iyaaaa, ada lho tamu yang selama pesta gitu, masuk-masuk ruang privat rumah kita. Iiihhh itu sumpah bikin kesel, dan kesel kuadrat kalo udah intruder gitu eeeh ditambah bikin kotor. Uuurggghhh kesel, besok-besok yakin deh diblacklist dari party.

Nah biar di pesta besok, kalian ga masuk daftar blacklist gara-gara attitude, baiknya sih ngerti dulu etiket berpesta itu bagaimana. Membaca artikel ini, kita jadi tau sih, etiket pesta itu bagaimana. Walau artikel tersebut berlaku di barat tapi ga ada salahnya kan kalau kita mengikuti. Tujuannya bagus kok, biar tertib gitu party-nya, baik acaranya maupun tamu-tamunya.   😆

Coba dicermati beberapa etiket pesta berikut:

1. Tepat waktu, termasuk memberitahu/mengkabari kalau akan terlambat. Terutama kalau menghadiri pesta yang sifatnya formal, seperti dinner, launch produk, dsb. Jangan sampai baru datang ketika party udah mo kelar.

2. Kalau party-nya udah jelas disebutkan potluck/BYOB, mustinya bawa makanan/minuman sendiri untuk nantinya di-share. Jangan lantas mau enaknya aja, datang bawa perut doang, sampe TKP ngembat sana-sini. Atau bawa makanan sendiri, tapi pelit ga bagi-bagi, dimakan sendiri. Kesannya pelit bener, gitu.

3. Kalau mo bawa teman yang tidak masuk dalam undangan, minta ijin dulu. Jangan  niru kelakuan norak yang sering keliatan pas kawinan. Datang dengan membawa sekeluarga lengkap sampe ke bedinde-nya. Ga mau rugi sekaleeee…

4. Jangan mengkritik dan menjelek-jelekkan hidangan selama acara. Kecuali punya riwayat alergi tertentu terhadap makanan atau vegetarian atau alasan kepercayaan, nah yang semacam itu mustinya disampaikan ke tuan rumah.

5. Pamit dan mengucapkan terimakasih untuk undangan dan acaranya. Ga sopan banget, dateng acara, makan sana-sini, eee pulangnya gitu aja ga pake pamit.

6. Mingle dan outgoing. Ga enak banget lho, jadi tuan rumah suatu acara, kalau ada tamu yang mojok sendirian dan bertampang asem. Jadi tuan rumah udah cukup repot, so ga bisa ngarepin tuan rumah untuk memperkenalkan dan menemani tamu. Jadi tamu sebaiknya berinisiatif untuk mingle dengan tamu-tamu lain. Juga jangan men-judge tuan rumah sebagai tuan rumah yang jelek hanya karena tidak menyapa. Siapa tahu memang lagi sibuk, dan bagaimana mau menyapa jika selama acara lebih seneng nyempil? Keluar dari area kenyamanan, beredar bergaul dan sapalah lebih dulu.

 

Kalau udah gitu, sama-sama enak kan? 😀

 

 

 

 

 

Advertisements

One response to “Its Party Time!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s