Soal Umur, Soal Angka

Pernah merhatiin ga, kenapa cewe ogah ngomongin berapa usia dia sesungguhnya. Kalau ada yang nanya usia berapa, kelahiran berapa, angkatan berapa, waaaa jangan harap bisa dapet jawaban sesungguhnya deh. Kecuali kalo lagi di kantor kecamatan ngurus KTP atau kantor polisi ngurus SIM, hihihi. Kalo liat biodata seleb-seleb, juga jarang yang mencantumkan tahun kelahiran, paling tanggal dan bulan lahir. Kenapa sih, demikian sebagian orang bertanya-tanya.

Its simply because we’re afraid of being old. Being old identik dengan tidak menarik, thus kepercayaan diri pun berkurang.

Ga percaya? Perhatikan aja becandaan/joke orang-orang tentang menjadi tua. Disadari/tidak, joke-joke tersebut mengungkap apa yang ada di alam bawah sadar kolektif kita-kita, bahwa menjadi tua itu sesuatu yang buruk. Karena itu kita takut menjadi tua, kita ogah mengakui bahwa kita tua.

Misal nih, ada temen yang ketahuan usia sebenarnya, malah dijadikan olok-olok bahwa dia sudah tua. Mengabaikan kenyataan bahwa ia di usia yang bukan remaja lagi, dia masih sangat prima, sehat, dan masih sangat menarik.

Coba lihat Yuni Shara, di usia menjelang 40an, dia masih tetap menarik dan seksi. Bahkan secara penampilan, lebih fresh daripada adiknya, Krisdayanti, yang lebih muda.

Contoh lain, perhatikan bintang senior seperti bintang Desperate Housewife Teri Hatcher. Teri ini kelahiran 1964, tetapi di usianya yang sudah 40an ini, dia masih sangat menarik dan seksi. Dia pernah memposting sendiri fotonya yang tanpa make up sama sekali, apa adanya. Terlihat beberapa kerut, kantung mata,  tetapi Teri tidak mengacuhkan. Dan sesungguhnya, Teri masih menarik.

 

 

 

Bintang lain yang jauh lebih senior, Jamie Lee Curtis, di usia 50an lebih masih mempesona. Aura inner beauty-nya memancar, memgalahkan kerut-kerut di wajahnya. Rambutnya sudah memutih, dan ia tidak mewarnainya. Malah dengan potongan crop, Jamie terlihat sangat dinamis dan menyenangkan.

 

 

Mengapa kita menjadi begitu kuatir dengan angka? Sedemikian jahatnya kah penghakiman masyarakat terhadap –khususnya perempuan– yang tak lagi muda? Habis manis sepah dibuang, gitu?

Di sisi lain, mengapa masyarakat bisa begitu memuja hal-hal yang artifisial ya. Seperti angka/umur, kemudaan, kulit yang masih segar, dll. Mengabaikan hal-hal lain yang sesungguhnya lebih esensial, seperti kesehatan. Padahal yang namanya menjadi tua itu keniscayaan lho, dan kita bisa kok, being aging gracefully.

Apa gunanya, usia muda/remaja tetapi banyak penyakit mengintai karena gaya hidup. Sekarang ini makin banyak aja berita, usia muda tapi sudah stroke, diabetes tipe 2, obesitas, dll. Kalau liat sendiri juga, masih muda tapi naik tangga tiga lantai udah ngos-ngosan, jalan dikit aja berapa ratus meter, udah ngeluh-ngeluh capek, dsb. Masih muda tapi gaya hidupnya lebih banyak duduk ngadep layar monitor, minumnya soft drink, makanannya yang kandungan trans fat, gula, dan sodium tinggi, manja alias apa-apa maunya dilayanin, kurang peka terhadap situasi sosial/lingkungan sekitar. Duh, masih bangga ngaku-ngaku usia muda?

Advertisements

Make Up: Yay or Nay?

Pernah liat cewe yang kecantikannya tersembunyi di balik make up tebal?

Ato mungkin  liat ibu-ibu yang keanggunannya tertutupi oleh riasan tebal yang malah membuatnya lebih mirip seperti Cruella De Vil?

Jadi inget Syahrini atau Krisdayanti. Siapa yang setuju mereka cantik tanpa make up-nya? Ha, ga ada yang setuju? Ya iyalah, secara mereka ga pernah tampil tanpa make up.  Aku kok berat banget ya, membayangkan sehari-hari tampil kemana-mana full make up seperti itu. *palmface*

Sebenarnya tujuan ber-make up itu apa sih?

Secara umum, bisa dibilang, cewe make up-an adalah untuk tampil cantik. Lebih khusus lagi, tampil cantik dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangannya. Misal, bibir tipis, dengan lipliner dilukis diluar garis bibir dan mengenakan lipstik dua warna (lebih muda dan lebih tua) untuk menampilkan bibir yang penuh. Atau dengan shading, menyamarkan garis rahang yang terlalu kotak. Atau menonjolkan mata yang indah, dengan warna-warna eyeshadow yang intens dan bulu mata lentik.

Kalau dipikir-pikir, ajaib juga ya kuasa make up. Hanya dengan menempelkan warna-warni tersebut ke kulit muka kita, dan ta-daaaa, penampilan yang langsung berubah. Jadi jauuuh lebih ‘cantik’. Konon, bintang-bintang Korea dan J-Pop, bisa begitu imut, unyu, dan menggemaskan cantiknya, berkat make up. Katanya sih, tanpa make up, wajah mereka biasa banget. Tapi sekali lagi ini katanya.

Trus, kalau benar make up untuk mempercantik, kenapa ada cewe pake make up tapi malah jadi serem?

Kuncinya padahal gampang lho, proporsional. Gitu aja. Segala sesuatu yang berlebihan itu ga bagus kan? Lagian, dari penelitian, terungkap bahwa persepsi orang terhadap cewe yang memakai make up berlebihan ternyata negatif. Cewe yang memakai make up berlebihan dinilai cenderung kurang bisa dipercaya, karena make up tebal mereka seperti menyembunyikan sesuatu.

Sedangkan tanpa make up sama sekali alias tampil polos ketika tampil/ada acara juga kurang menguntungkan. Kenapa? Duh, lebih salah, kurang salah. Maunya apa sih?  :angry:

Weits, sabar dulu. Mengapa tanpa make up sama sekali ternyata kurang menguntungkan untuk impression, karena orang cenderung menilai dia careless. Dan tambahan, kecuali kita secakep dan secantik top model/seleb-seleb, sepertinya tidak disarankan untuk tampil polos-los kalau ingin memberi impresi menarik.   :mrgreen:

Sebenarnya, tak usah lah kita alergi dan benci sama make up. Kalau alasannya adalah ribet, well, no pain no gain. Maksudnya, untuk tampil oke, memang dibutuhkan usaha. Ga bisa, hanya dengan diam tanpa melakukan apa-apa lantas ngarep kita bisa secakep Sienna Miller. Apalagi trus ngeluh-ngeluh menyalahkan Tuhan ga adil sama kita karena ga dikaruniai wajah se-perfect Kendall Jenner. Karena itu make up ada.   :mrgreen:

Make up dalam jumlah yang sewajarnya, flawless make up, yang ringan, sudah cukup kok untuk kita tampil sehari-hari. Kalau ada acara istimewa, barulah make up sedikit glamour.

Oia, yang sering dilupakan orang, mentang-mentang make up bisa menyembunyikan kekurangan kita, kita jadi memperlakukan make up seperti topeng. Maksudnya adalah, karena kita gak pede, minder, tidak bisa menerima diri kita apa adanya, lantas sembunyi deh kita di balik topeng make up. Tanpa make up, kita jadi insecure, ga pede, ga berani tampil. Padahal kunci paling hakiki *tsaaah bahasanya* dari kecantikan adalah inner beauty, kecantikan yang muncul dari dalam dan bersinar terpancar keluar. Percaya deh, Jeung Vita udah sering ngeliat cewe, yang sebenarnya cantik, tapi kecantikannya ga bersinar/ga tampil karena dia ga pede. Sebaliknya, ada cewe yang sebenarnya secara fisik biasa aja, tapi ada sesuatu yang bersinar sehingga di mata orang dia begitu menarik.