Mengajarkan Anak Mengelola Uang Saku

 

 

Hai Gurls, kali ini kok pengen ngomong sedikit nyerempet-nyerempet masalah parenting, hehehe. Biar masih single dan fabulous gini :mrgreen:  ga ada salahnya lho, intip-intip ilmu tentang parenting, karena parenting adalah ilmu yang bisa dipelajari. Menurutku sih malah harus dipelajari, supaya kelak kalau kita sudah berkeluarga, bisa menjadi orang tua yang baik, dan mengasuh anak-anak kita dengan tepat.

Kenapa Jeung Vita jadi kesambet gini sih? 😆

Awalnya gara-gara pas lagi ikutan arisan keluarga. Ngeliat beberapa ponakan yang masih krucil alias masih SD, udah pegang hape mihil, hape smartphone gitu. Jadi minder deh, gegara kalah gadget sama anak kecil. Trus mikir, wah, anak kecil aja pegangannya udah hape-hape mihil gitu, trus berapa tuh uang sakunya, berapa ortunya kasih duit.

Pas ketemu temen-temen besoknya, ngobrol-ngobrol, eeh ternyata mereka punya uneg-uneg serupa. Heran dengan kelakuan anak sekarang yang gadgetnya ngalahin tante omnya. Dan berapa duit yang mereka pegang ke sekolah untuk jajan. Udah gitu, anak-anak SD sekarang, mainnya ke mall, ke kafe, hang-out, adddduuuuuhhhh beda bener ama lagak kita-kita dulu yang kecilnya boro-boro ke mall, tapi main gundu dan nyari ikan di kali. :mrgreen:

Orang tua jaman sekarang kalau ngasih uang saku ke anak, harian, mingguan, atau bulanan sih? Nominal yang dianggap wajar itu berapa ya? Dan kebutuhan anak sekolah dasar – menengah, kalau sehari-hari di sekolah, apa sih, diluar yang menyangkut sekolahnya? Hiburan seperti kebutuhan untuk kumpul hangout dengan teman-temannya, gitu?

Pertanyaannya, kalau memberi uang saku ke anak, padahal sudah memenuhi kebutuhan seperti buku, sepatu, dll begitu, nanti si anak jadi boros ga ya? Atau seperti postingan di sini, jangan-jangan si anak nanti malah jadi konsumtif. Memangnya mau, sebagai orang tua mengajarkan anak untuk boros dan konsumtif?

Bagaimana sih mengajarkan anak berhemat dan pandai menabung? Mengajarkan anak untuk sedikit bertanggung jawab terhadap keuangan mereka?

Kan, kalau dilatih dari kecil, maka ketika dewasa ia menjadi figur yang cermat, cerdas mengatur keuangan alias ga impulsif, hemat alias ga boros, dan syukur-syukur malah menjadi wirausahawan. Mungkin tidak, untuk mengajarkan sedari kecil, hal-hal demikian termasuk sense of wirausaha, kepada anak?

Coba temukan jawabnya di seminar berikut, mungkin ketemu tuh jawabnya. 😀

Besok tanggal 1 Oktober nih, di Titan Centre Jl. Boulevard Bintaro Blok B7/1 no. 05, Bintaro Sektor 7.

Semoga nanti diadakan lagi yaaa…jadi yang ga kebagian, bisa tanya-tanya. 😀

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s