Stress dan Dampaknya ke Siklus Menstruasi

 

Beberapa hari lalu, pas lagi ngobrol ama temen, tiba-tiba dia nanya dengan nada khawatir, “Bulan ini aku kok belum dapet ya. Udah telat dari tanggal yang seharusnya nih…”

 

Well, kalau ada yang kebetulan duduk dekat kami waktu itu pasti ada yang mikir dikaitkan dengan hamil. Telat dapet selalu diasosiasikan dengan hamil. Padahal belum tentu lho. Kembali ke teman tadi, dia melanjutkan:

“Sepertinya aku kebanyakan pikiran nih. Memang udah beberapa waktu, suasana kantor lagi ga enak banget. Atasan-atasan lagi pada konflik, sementara karyawan protes karena ada ketidaksesuaian kontrak. Kerjaanku jadi makin menggila nih. Ada rekan kerja yang resign karena situasi kantor, dan kerjaan dilimpahkan ke aku. Deadline makin ketat. Udah gitu, aku lagi tengkar ama Baim. Gara-gara rencana pertunangan kami yang terancam mundur dari tanggal yang udah direncanakan. Haduuuh…”

Curcolnya disambung ke pertanyaan, “Eh stress bisa ya, mempengaruhi siklus menstruasi?”

Aku agak-agak ga yakin sih, secara aku bukan dokter. Sampai kos, aku jadi browsing-browsing karena penasaran dengan pertanyaan temanku tadi.

Hasilnya, dari berbagai penelitian dengan mengetikkan kata kunci stress menstrual cycles, ada dua pendapat.

Pendapat pertama mengatakan, stress dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Dampaknya bisa yang telat dapet seperti temanku tadi, lama masa haid jadi lebih panjang/lebih pendek, atau pendarahan yang lebih banyak/lebih sedikit dari biasanya. Pendapat kedua, seperti artikel ini, menyatakan bahwa dari penelitian yang sudah dikontrol sedemikian rupa, membuktikan bahwa stress pikiran tidak mempengaruhi siklus menstruasi.

Membaca dua pendapat yang berbeda seperti ini, terus terang malah jadi membingungkan sih. Tapi kalau melihat list hasil browsing yang lebih banyak artikel menyatakan, iya, bahwa stress dapat berdampak terhadap siklus menstruasi, sepertinya memang demikian adanya.

Lalu apa dong yang bisa dilakukan?

Terhadap teman tadi, saranku adalah supaya dia mengelola stress dengan baik. Karena suka atau tidak, stress ga bisa dihindari dari hidup kita. Kalau udah gitu, yang bisa kita lakukan adalah mengelola reaksi kita supaya stress tersebut tidak terlalu jauh mempengaruhi diri kita terutama secara fisik. Secara psikis pun, supaya kita lebih resilient dan lentur/fleksibel. Kalau udah gitu kan enak, mood kita bisa kita ciptakan supaya ga drop-drop amat, performa kerja juga ga terpengaruh atau bahkan memacu kita untuk cepat menyelesaikan problem kita, dan secara emosional lebih sehat.

Selain itu, kita juga perlu memperhatikan asupan nutrisi nih, apalagi stress sampai mempengaruhi siklus haid gini. Kurangi kafein, kurangi gula, kurangi garam. Perbanyak sayur dan buah-buahan segar. Air putih juga ga boleh kurang. Olahraga dan seperti yoga, berdampak positif bagi detak jantung dan gelombang otak sehingga tidur malam kita menjadi lebih nyenyak. Kita menjadi lebih rileks.

 

So, jika suatu waktu kita menyadari, kok aku belum juga dapet ya, bisa jadi memang lagi stress tuh. Work it out, gurls. 😀

 

 

 

Advertisements

2 responses to “Stress dan Dampaknya ke Siklus Menstruasi

  1. Pingback: Mitos Seputar Menstruasi | jeungvita

  2. Dan yoga selain menenangkan, membantu kita utk fokus juga sangat relaxing dan memperlancar peredaran darah. Cocok banget deh buat cewek!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s