Stress Menjelang Hari Raya

 

Menghitung hari… Lebaran makin dekat….

Anehnya aku kok malah jadi stress ya. Senang, excited, membayangkan suasana lebaran dan memuaskan kangen dengan rumah –home-, tapi di sisi lain juga ada semacam perasaan ‘tertekan’ yang mau ga mau jadi kepikiran. Dan kalau sudah kepikiran, badan juga jadi gampang capek, otot-otot jadi kaku dan tegang, pusing, tidur jadi kurang nyenyak, kepala rasanya penuuuh.

Kemarin iseng browsing-browsing. Pikiran dan kerjaan udah susah konek, sudah teracuni aroma liburan. Daripada susah konsentrasi, mendingan menyegarkan pikiran terlebih dulu dengan membaca artikel yang bisa menambah pengetahuan. Tahu-tahu, udah terdampar di sini saja. Membaca artikel tersebut, aku baru tahu bahwa ada yang namanya Stress Saat Liburan. Jangan-jangan, apa yang sedang aku alami sekarang ini, stress. Kok bisa?

Mencermati isi dari artikel tersebut, masa-masa seperti liburan dan event tertentu, berpotensi untuk menyebabkan stress. Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga sih, terutama menjelang hari raya ini. Bagaimana tidak, kita yang mudik, sebulan sebelum hari H, sudah dipusingkan dengan urusan mencari tiket. Kalau sudah dapat, urusan belum selesai disitu. Masih ada hal lain yang harus dipikirkan, seperti misal, dapet THR ga, oleh-oleh untuk keluarga dan keponakan, baju dan aksesori untuk acara keluarga, dan kalau yang masih harus beres-beres rumah masih ketambahan seperti masakan/hidangan lebaran, kue-kue yang tersedia, jumlah tamu, dekorasi rumah, dan yang paling final, pertanyaan yang paling dihindari kaum lajang: kapan menikah. Yes, pertanyaan-pertanyaan yang bersifat personal seperti ini, sangat lazim ditanyakan ketika hadir di acara-acara keluarga. Kalau pasangan baru, pertanyaan tersebut diganti dengan pertanyaan: kapan hamil/kapan punya baby.

Belum lagi harus bersosialisasi-bersilaturahmi. Kegiatan ini walau kalau dilihat yah, ‘hanya’ sebentuk bertandang dan ngobrol, tapi sebenarnya melelahkan lho. Pernah mengalami dalam sehari harus muterin tujuh rumah, dari pagi sampai malam? Apalagi untuk yang baru menempuh perjalanan jauh mudik dan kekurangan waktu tidur. Belum sampai rumah masih harus memberesi sisa-sisa jamuan. Errrr….lama-lama kok jadi curcol ya :mrgreen:

 

Well, lalu apa dong yang bisa dilakukan untuk mengurangi/mengelola stress masa liburan? Jangan sampai, ketika semua berakhir, kita malah sakit dan kecapekan karena kurang istirahat.

1. Istirahat dan tidur yang cukup

2. Bagi-bagi tugas dengan anggota keluarga yang lain untuk meringankan pekerjaan.

3. Bersikap asertif, jika memang capek dan butuh istirahat, jangan sungkan-sungkan.

4. Hemat tidak ada salahnya lho, tidak harus yang menjamu tamu dengan mewah atau memaksakan diri untuk tampil wah di depan orang lain, demi pengakuan.

5. Jika dirasa memang sangat lelah dan terbebani, share, curhat, dengan mereka yang terpercaya dan mampu menyediakan dukungan.

 

So, gurls, menghitung hari-hari? Jangan sampai stress ya…enjoy the holiday šŸ˜€

Advertisements

4 responses to “Stress Menjelang Hari Raya

  1. mari tetap semangat untuk hari raya! kalo tetep stress, makan aja yang banyak, kan lagi banyak makanan enak tuh.. *eh tapi nanti ujung2nya lebih stress ya? zzz..

  2. hahahaha…”kapan menikah” itu pertanyaan rutin dari sang kakek tiap satu tahun sekali dikala mudik šŸ˜€

    well…tiap mau lebaran saya harus siap2 stamina buat pegang setir selama 9 jam nonstop bak supir bis malam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s