Manajemen Kecewa

Gurls, talking about emotional distress, kecewa adalah salah satunya. Setuju tak?

“Sialnya”, kita tak bisa memprediksi kapan kita bisa kecewa. Alias banyak sekali hal-hal yang bisa bikin kita kecewa. Tak usah force majeur seperti bencana alam, perceraian orang tua, dipecat dari pekerjaan,  hal-hal kecil juga bisa bikin kita kecewa. Misal pesan di bbm/whatsapp gak kunjung dibales, curhat dengan teman tapi respon dia cuma ham hem ham hem sekilas lalu, hendak kencan dan udah dandan istimewa tapi reaksi pasangan datar-datar saja, lagi cerita hal yang bikin kesal di kantor eh reaksi teman malah menjadikan itu sebagai bahan becandaan, melemparkan topik serius di social media eh tapi respon orang-orang malah OOT abis, dll.

Hal-hal kecil yang membuat kita kecewa ini, kalau ga bisa di-handle dengan baik, bisa merusak mood bener loh. Ada gak yang pernah merasakan situasi seperti itu. Jadi yang merasa kesal, bete, bad mood, jadi males kerja, mutung, dll. Haduh, “racun” bener deh. Kerjaan jadi terbengkelai. Atau kalau kekecewaan dibiarkan berlarut-larut, bete bisa makin memuncak dan kita pulang gawe dengan membawa beban emosional. Seperti ada segumpal tanah liat di ulu hati, atau ada menusuk-nusuk di dalam dada. Rasanya ga enak bener. Kalau sudah begitu, makin stress deh kita. Apalagi kalau sedang PMS, mungkin bisa lebih meledak lagi reaksi kita kalau kita ga cerdas mengelolanya. Dhuar! :mrgreen:

Nah gimana sih, ada ga cara untuk memenej/mengelola rasa kecewa. Supaya ga berlarut-larut dan secara emosional kita tidak membawa beban yang berakibat negatif untuk keseimbangan psikis kita.

First thing first, yang perlu dilakukan adalah menyadari kalau kita kecewa. Dengan menyadari kalau kita kecewa, paling tidak memberi semacam alarm terlebih dahulu ke dalam diri kita, dan mengerem sebelum kita meledak dengan reaktif.

Kedua adalah menerimanya. Menerima bahwa kita memang sedang mengalami rasa kecewa. Tidak usah menolak, atau denial. Kalau penerimaan ini sudah berjalan mulus, maka akan lebih mudah melangkah ke tahap berikutnya.

Ketiga, memaafkan diri sendiri dan membiarkan diri kita untuk mengalami hal-hal yang tampak bodoh, membolehkan memaafkan diri kita yang sedang mengalami kegagalan, memaafkan diri sendiri jika harapan kita tidak terwujud seperti yang kita inginkan. Melihat ke sekeliling dan diri sendiri, bahwa keadaan bisa jadi lebih burul. Serendipity, sikap yang mensyukuri bahwa dalam sebuah kesialan sekalipun ada hal-hal yang patut disyukuri, happy accident. Bukan sikap denial, tapi lebih terfokus pada hal-hal positif, tapi juga tidak mengabaikan dengan sengaja hal-hal negatif.

Keempat, dengan memahami motivasi dan alasan orang lain, akan membuat kita lebih fleksibel. Sehingga kita tidak mudah merasa kecewa, lebih toleran, dan bisa menerima mengapa mereka bersikap/bereaksi seperti itu. Ada idiom yang cukup populer, mereka yang berani berharap maka harus berani kecewa. Idiom tersebut tidak bertujuan untuk membuat orang takut/berhenti berharap, tapi untuk mengingatkan kita supaya lebih realistis.

Bulan Ramadhan bisa menjadi momentum nih, untuk melatih manajemen kecewa ini. Supaya nantinya waktu Ramadhan sudah lewat, kita sudah terlatih untuk meng-handle rasa kecewa. Jadi ga perlu lah cari-cari kambing hitam PMS ketika meledak karena kecewa 😆

Sometimes, we need to be more gentle to ourself, dear gurls. 🙂 

Advertisements

3 responses to “Manajemen Kecewa

  1. Poin keempat yang repot, soalnya ekspektasi saya ke orang lain kadang didasarkan pada apa yang sudah orang itu terima dari saya. Jadi kalo hasilnya tidak seimbang jadi sulit nerima alasan apapun. Doh.. 😐

    • jadi maksudnya, kekecewaan kita ada kontribusi dari diri kita juga, begitu?
      kalau begitu, menjadi semacam guide lines sikap kita untuk lebih baik dong.
      thanks sudah mampir 😀

  2. Pingback: Puasa Bikin Ga Produktif? | jeungvita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s