Rahasia Diet Enak dan Gampang

 

Guys and boys, lemme tell you a secret about woman. Angka. Yups, jangan pernah sekali-kali menanyakan angka kepada perempuan. Sensitif. Terutama jika menyangkut umur dan berat badan. Dua hal yang perempuan paling jadikan beban. Tentang umur, siapa sih perempuan yang ingin tampak muda dan segar? Perempuan, bahkan yang paling males merawat diri pun, ogah untuk tampak tua, kusut, dan kusam bukan? Tentang berat badan, perempuan manapun ingin punya badan yang ideal dan angka di timbangan di sisi kiri.

Kali ini saya pengen ngobrolin tentang angka yang berupa berat badan dulu. Yang tentang aging, bisa dibahas lain waktu ya, kalau memang ada permintaan. :mrgreen:

Demi mencapai berat badan ideal dan angka timbangan berkurang, banyak diantara kita sendiri yang diet abis-abisan. Banyak malah yang melakukan kesalahan-kesalahan fatal dalam berdiet hingga mengalami malnutrisi. Jangankan angka timbangan berkurang, yang didapat malah sakit-sakitan. Karena itulah, diet identik dengan siksaan. Padahal kalau tahu ilmunya, hmmm, diet tidak terasa menyiksa. Karena diet sama sekali bukan siksaan, itu yang harus di-underline dan di-bold lebih dulu.

Salah kaprah dalam berdiet dimulai dari pemahaman yang salah tentang diet. Iya lah, yang bener aja, masak diet identik dengan tidak makan/mengurangi makan dari yang sehari 3 kali menjadi sekali sehari. Walah, pantes saja sih kalau diet dipandang sebagai siksaan. Diet adalah tentang menjalani gaya hidup termasuk pola makan yang sehat. Karena itu syarat mutlak yang kedua kalau mau diet adalah paham tentang nutrisi.

Kalau dua hal tersebut sudah dipahami, niscaya diet bukan lagi sebagai suatu siksaan. Diet menjadi gaya hidup. Dan sedikit sharing pengalaman pribadi nih, dengan menjalani diet yang sehat, kita bisa menghemat lho. Bayangkan, sudah langsing, sehat, bonus nabung lagi. 😀

Nah sekarang diet seperti apa sih, yang bagaimana, yang tidak menyiksa?

Pahami dulu tentang nutrisi. Tapi gampangannya adalah, perbanyak serat dari sayur dan buah, konsumsi protein cukup, lemak esensial dan makro nutrient lainnya, untuk karbohidrat perbanyak karbohidrat kompleks yang masuk tubuh dibanding karbohidrat sederhana, dan banyak air putih.

Untuk buah-buahan, paling bagus dikonsumsi ketika perut kosong, justru bukan setelah makan. Jadi sarapan buah, bagus sekali. Setiap kali makan besar, perbanyak porsi sayur. Protein pun pilih dari daging merah atau daging putih tanpa lemak, tempe, kacang-kacangan, dsb. Hindari/kurangi karbohidrat sederhana seperti mie instan, nasi putih, roti-roti, cake, gula-gula, manisan, dsb. Karbohidrat kompleks bisa didapat dari sayuran, biji-bijian/grain, oat, gandum utuh, dll. Setiap ke supermarket beli cemilan, cek selalu kandungan nutrisi dan ingredients. Paling baik jika makanan terbuat dari bahan-bahan segar, makin minim proses pengolahan semakin baik. Jadi produk seperti sosis, kornet, sebaiknya dikurangi/tidak dikonsumsi. Kurangi takaran gula dan garam.

 

…… *bengong*

Mungkin itu reaksi yang timbul setelah membaca uraian tadi ya? 😆

“Lalu apa yang tersisa untuk aku makan?” mungkin begitu pertanyaan yang timbul.

Dont worry, aku sendiri masih enak-anak aja makan kenyang. Bahkan sehari aku makan 5-6 kali lho. Tiga kali makan besar dan dua kali ngemil. No worries, tetap langsing dan tidak ada siksaan sama sekali. Yang dibutuhkan cuma kemauan kali ya, karena kita udah terbiasa untuk mengkonsumsi makanan instan, olahan, processes food, fun food, such things.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s