Diet Anti Kram Perut dan Mood Swing

image

Kali ini ngomongin PMS lagi, secara pengalaman paling mutakhir tentang PMS betul-betul merepotkan. Nyaris selama sepekan aku terkapar tak berdaya karena fisik yang tak prima *hiks, lebay*. Jadi waktu itu lagi ngerjain proyek, setelah jam kantor, pintong ke kafe. Di kafe tersebut aku minum paling nggak dua mug capuccino. Baru pukul 20, pinggang rasanya yang mau patah. Pegel seperti habis ditibanin beban berat. Kepala juga rasanya pusing migraine, sampai mau muntah.

Karena sudah gak kuat, walau belum kelar dan belum jam 21, aku buru-buru pulang. Ternyata saudari-saudara, itu adalah awal dari sepekan penderitaan. Selanjutnya, pegal di punggung bertambah dengan rasa kram dan perih di perut. Malah ditambah diare. Pusing migraine ga hilang-hilang. Sariawan juga makin komplet. Haduh, sangat merepotkan.

Ketika aku mengistirahatkan tubuh agar ‘pemberontakannya’ mereda, aku baca-baca artikel kesehatan. Dari beberapa artikel tersebut, aku tiba-tiba tersadar bahwa gaya makanku beberapa waktu terakhir ini kemungkinan menyumbang PMSku memburuk. Bagaimana tidak, apalagi pada masa liburan. Kecenderungan untuk lebih ‘rakus’ daripada hari-hari biasa. Diet kaya serat jadi terlupakan.
Makanan berlemak dan berminyak, gula-gula, makanan olahan yang mengandung banyak sodium, olahan pati/tepung, kopi, malas makan buah dan sayur. Oooopss…

Menurut para pakar kesehatan dan nutrisi, gejala PMS bisa dijadikan pertanda akan status gizinya. Maksudnya, kita bisa menebak keadaan gizi seseorang baik/tidak dengan melihat gejala PMSnya. Hah, bagaimana bisa?
Tentu bisa, karena dipercaya bahwa makanan yang dikonsumsi alias nutrisi yang masuk, berpengaruh terhadap makin memburuk enggaknya gejala PMS. Karena itu, ternyata dalam makanan, kita musti aware apa yg boleh dan yang tidak boleh/dikurangi supaya PMS tidak memburuk.

Well, dari pengalaman pribadi membuktikan demikian. Sudah beberapa lama aku mematuhi diet makanan sehat. Aku memperbanyak sayur dan buah, mengurangi garam, mengurangi gula, menjauhi makanan olahan dan termasuk olahan dari pati/tepung, dan mengurangi lemak ‘jahat’. Hasilnya, aku sangat jarang mengalami gejala PMS yang merepotkan.
Tetapi kemarin-kemarin, ketika dietku terlalu longgar dan aku lalai, tak dinyana tubuhku langsung berontak. PMS selama sepekan lebih itu merepotkan dan sangat mengganggu produktivitas. Betul, tidak?
Apalagi jika emosi menjadi tidak stabil. Bisa melukai orang-orang di sekitar kita. Betul?

Oke deh, sebetulnya masih panjang kalau mau didetailkan. Di postingan ke depan saja, membahas makanan apa saja yang boleh dan tidak selama menstruasi. 😀

Advertisements

One response to “Diet Anti Kram Perut dan Mood Swing

  1. Pingback: Mitos Seputar Menstruasi | jeungvita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s