cewek dan gadget

 

Girls, kalau lagi iseng merhatiin kerumunan orang di public space, entah di bis, kedai kopi, ruang tunggu, dll, apa yang biasanya digenggam oleh tangan mereka?

Yap banget, hape 😀

Hape atau gadget. Itu pemandangan yang mendominasi sekarang ini. Bahkan ketika sedang di ladies room pun, cewek-cewek asik sendiri dengan gadgetnya sudah jadi hal biasa. Atau kalau kita tanya teman-teman kita yang cewek, udah jamak juga punya lebih dari satu hape atau hape dan gadget lain sekaligus.

Kalau dulu ada stereotyping, cewek pasti gaptek kalau udah berhadapan ama teknologi, nah sekarang terbukti bahwa stereotyping tersebut adalah generalisasi salah kaprah. Karena sekarang udah banyak perempuan yang termasuk geek, apdet soal teknologi, dan paham bagaimana memaksimalkan gadgetnya. Tapi masih ada sih, ketemu, temen cewek yang dengan sengaja membatasi diri. Jadi tetep gitu mereka apdet bela-beli gadget terbaru dan tercanggih dan mahal, tapi mereka angkat tangan kalau soal maksimalisasi pemanfaatan gadgetnya. Jadi sebatas untuk messenger-an dan apdet status facebook, oh cape deeeeh…

Tentang hal ini sebenarnya terkait banget dengan smart shopping. Apalagi buat cewek yang masih merasa gaptek tapi maunya tampil trendi. Kalau bingung gadget, hal pertama yang harus dilakukan adalah banyak mencari informasi mengenai gadget yang kita inginkan. Mulai dari spesifikasi hingga fitur. Dari sini kita jadi ada bayangan, mana yang sesuai dengan kebutuhan kita, disesuaikan. Jangan sampai jadi bahan cibiran dan olok-olok, sekadar mampu beli saja tapi kalau pemanfaatan minus. Itu sama aja mengejek kalau kita bodoh, kan? :mrgreen:

Sekadar tips nih, girls. Jangan telanjur terpaku pada stereotype yang melekat pada cewek –cewek itu pasti gaptek– belajarlah! Kalau mau jujur, kita bisa sih sedikit curang memanfaatkan label tersebut dalam proses belajar. Kalau kita banyak bertanya dan membuat kesalahan, kita lebih mudah dimaklumi daripada kalau rekan kita yang cowo yang gaptek, hihihi. Betul tidak? Jadi, ga usah takut salah atau takut bikin rusak, belajar aja terus, tanya sana-sini.

Selain itu maksimalkan juga kalau kita aktif bersocial media dengan gadget kita. Sayang banget kalau apdet status hanya untuk membuang galau, nggosipin kenalan, nyumpahin bos/rekan kerja, bahkan sampai bertengkar di public online (hayooo ngakuuu…pasti pernah, minimal pernah liat).

Gimana caranya untuk memaksimalkan? Banyak! Dari untuk menjalin networking, bertemu teman baru, menimba ilmu baru, berbagi ilmu, berderma di kegiatan sosial yang banyak dipublikasikan lewat online, menambah penghasilan, dan lain-lain.

Mau contoh? Udah banyak contoh perempuan yang berwirausaha dan berpromosi lewat online. Bahkan banyak UKM yang dikelola ibu-ibu banyak terbantu dengan internet dan belajar komputer. Terus banyak juga yang awalnya hanya sekadar mengajak siapa aja yang mau untuk ikut peduli, ternyata menjadi kegiatan sosial yang berkelanjutan dan membantu banyak pihak. Selain itu siapa yang pernah mendapat pengalaman, mendapat tawaran pekerjaan karena aktivitas online atau dari pertemanan online?

Semua dimulai dari langkah kecil.

So, girls, jangan ragu lagi untuk memaksimalkan potensi dirimu lewat gagdetmu ya. Intinya terus belajar, tidak membatasi diri dengan sengaja, dan be yourself (males juga kan, kalau kita tahu ada kenalan yang jaim abis di social media).

 

Btw, kalau berandai-andai nih, aplikasi apa sih yang ingiiin banget ada di gadget kamu, yang sepertinya berguna banget untuk hidup kita, baik karir maupun relationship? 😉


 

Cewek Ga Pernah Merasa Cukup…

image

…akan sepatu, tas, baju. :palmface:

Benarkah?

Pernah ga kalian merasakan gejala-gejala berikut, dan kalau iya, seberapa sering frekuensinya;

• tiap mo pergi, entah kerja, kondangan, hangout, dll, bingung mau pake baju yang mana.
• bengong lama di depan lemari pakaian yang isinya penuh, dan merasa ga punya baju yang pantas untuk dipakai saat itu.
• pada akhirnya memakai baju yang itu-itu lagi, lagi, dan lagi, kalau udah bingung gitu.
• tiap window shopping ke mall, ijo liat tumpukan sepatu sandal, dan merasa harus nambah koleksi untuk tiap kesempetan yang berbeda. (Yah, sepatu untuk sekadar jalan santai dengan sepatu untuk ngopi-ngopi cantik khan harus berbeda, masak mo pake heels cantik kalau mo jalan ke ITC)
• kaget pas lagi beberes, ternyata ada koleksi yang belum pernah kepake dan rak sepatu udah ga muat lagi. Tapi teuteup, ijo, tiap lihat ‘yang lucu-lucu’ gitu.

Duh, itu curcolan banget deh. Heran, kenapa selalu merasa kurang kalau udah tentang baju dan sepatu (menggilai keduanya, kalau tas ga begitu). Ritual pagi kalau musti ngantor, bengong mo pake yang mana, berasa ga punya baju di depan tumpukan baju dan berakhir pada kesimpulan musti beli beberapa aitem untuk kesempatan ini itu.

Katanya sih, kalau isi lemari kita well organized dan rapi, bisa mengurangi syndrome seperti diatas. Karena jadi terlihat semua koleksi kita dan menjadi mudah untuk memadu-padankan. Baju diatur sesuai jenis dan untuk kesempatan apa. Misal, rok untuk kesempatan resmi/pesta, formal, dan santai. Sepatu juga akan lebih mudah kita inventaris, kalau disimpan di box bening.

Rajin menata kembali isi lemari juga membuat kita mudah mengenali koleksi kita. Sehingga kalau pas kita ijo melihat ‘yang lucu-lucu’, kita bisa mengingat aitem tersebut bisa dipadukan dengan koleksi kita yang mana, serasi gak. Memang disini kita perlu mengasah kreativitas untuk me-mix and match sehingga koleksi ga tampil membosankan.

Jadi Ladies, ada tips lagi untuk mengatasi sindroma merasa kekurangan tersebut? 😀

Do’s and Dont’s or Get Cranky

image

Postingan ini adalah lanjutan dari tulisan kemarin. Sengaja dibagi dua supaya tidak terlalu panjang dan enak dibaca. Kalau postingan sebelumnya membahas betapa makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata berpengaruh terhadap gejala PMS kita, dan hal tersebut udah kubuktikan sendiri. Maka di postingan ini langsung membahas makanan apa aja sih yang sebaiknya dikurangi dan ditambah supaya menstruasi kita berlangsung mulus.

Sebelumnya, cerita sedikit latar belakang kenapa posting ini. Seperti ditulis di postingan sebelum ini, aku minum dua mug besar capuccino. Ketika sampai kos dan istirahat, dari yang aku baca aku baru ngeh kalau kopi ternyata bukan jenis minuman yang disarankan selama PMS. Karena bisa memperburuk, jika sakit kepala bisa memperparah headache-nya.

So sista, ada empat hal yg perlu diperhatikan dalam diet PMS ini. Kalau dipatuhi, bisa meredakan gejala PMS yang merepotkan. Plus empat hal ini sebenarnya adalah prinsip utama makan sehat. Keempat prinsip itu yaitu;

1. Menstabilkan gula darah.
Mengapa? Kalian siapa yang menjelang mau ‘dapet’ merasa lebih lapar dan rakus dari biasanya?
Nah, dengan mengkonsumsi makanan yang karbohidrat baik/Glikemiks indeks rendah, dapat membuat kita lebih tahan lapar.
Contohnya, buah segar, kacang-kacangan, gandum utuh, selai kacang, dll.
Mengkonsumsi makanan yang manis-manis, olahan gula, seperti es buah, coklat, donat, dkk malah dipercaya bisa bikin mood swings memburuk. Konon kalau anak kecil mengkonsumsi snack macem begitu, bikin hiperaktif. Mungkin juga berdampak untuk mood swings, jadi makin moody. Begitu juga olahan pati/tepung seperti kue, roti, mie instan, dkk sebaiknya dikurangi.

2. Menambah asupan lemak baik.
Mengapa? Ternyata dengan mengkonsumsi banyak lemak baik dan mengurangi lemak jahat, bisa mengurangi rasa sakit akibat peradangan, misal kram perut atau payudara membengkak. Hindari banget junk food seperti fried chicken, gorengan, masakan yang berminyak dan bersantan kalo gak ingin kram dan payudara membengkak makin parah.
Lemak baik bisa didapat dari minyak zaitun, alpukat alias super food, mackerel, sarden, tuna, dll. Jadi konsumsi alpukat plain, tapi inget tanpa gula dkk yang bikin tambah manis, lebih sehat untuk PMS.

3. Mengurangi asupan kafein, garam, alkohol, dan dairy products.
Mengapa? Kafein dapat meningkatkan kecemasan, depresi, nervous, pusing, dan memperparah insomnia. Kafein selain ditemukan di kopi, ada juga di teh, soft drink, coklat. Disarankan minum herbal/fruit tea saja atau malah wedang tradisional seperti kunir asam, jahe.
Kalau garam, karena garam sifatnya mengikat air. Jadi makan makanan yang mengandung banyak sodium seperti mie instan, kripik kentang, kornet, sosis, dll bisa bikin kembung makin parah. Mending maem yang alami saja atau pisang.

Kalau dairy products, karena susu sekarang dihasilkan dari sapi yang digemukkan dengan pakan konsentrat dan suntikan hormon. Nah dikuatirkan kalau produk susu tersebut mengandung senyawa oestrogen. Produk susu bisa diganti susu kedelai yang mengandung phytoestrogen.
Sedangkan alkohol, bisa mengganggu penyerapan mineral penting seperti magnesium, menaikkan kadar gula darah, dan ujung-ujungnya memperparah PMS.

So girls, ternyata mudah untuk mengurangi gejala PMS dengan memperhatikan nutrisi yang masuk. Memperbanyak sayur dan buah serta air putih. Menghindari gula, garam, kafein, alkohol, rokok, lemak dan karbo jahat.
Kalau kata pakar sih, perlu paling nggak tiga bulan supaya tubuh beradaptasi dan gejala PMS membaik.

Ok, girls sista, semoga tips tadi bisa membantu ya. Dan menghindarkan kita dari mood cranky ngamuk-ngamuk ga jelas :mrgreen:

Diet Anti Kram Perut dan Mood Swing

image

Kali ini ngomongin PMS lagi, secara pengalaman paling mutakhir tentang PMS betul-betul merepotkan. Nyaris selama sepekan aku terkapar tak berdaya karena fisik yang tak prima *hiks, lebay*. Jadi waktu itu lagi ngerjain proyek, setelah jam kantor, pintong ke kafe. Di kafe tersebut aku minum paling nggak dua mug capuccino. Baru pukul 20, pinggang rasanya yang mau patah. Pegel seperti habis ditibanin beban berat. Kepala juga rasanya pusing migraine, sampai mau muntah.

Karena sudah gak kuat, walau belum kelar dan belum jam 21, aku buru-buru pulang. Ternyata saudari-saudara, itu adalah awal dari sepekan penderitaan. Selanjutnya, pegal di punggung bertambah dengan rasa kram dan perih di perut. Malah ditambah diare. Pusing migraine ga hilang-hilang. Sariawan juga makin komplet. Haduh, sangat merepotkan.

Ketika aku mengistirahatkan tubuh agar ‘pemberontakannya’ mereda, aku baca-baca artikel kesehatan. Dari beberapa artikel tersebut, aku tiba-tiba tersadar bahwa gaya makanku beberapa waktu terakhir ini kemungkinan menyumbang PMSku memburuk. Bagaimana tidak, apalagi pada masa liburan. Kecenderungan untuk lebih ‘rakus’ daripada hari-hari biasa. Diet kaya serat jadi terlupakan.
Makanan berlemak dan berminyak, gula-gula, makanan olahan yang mengandung banyak sodium, olahan pati/tepung, kopi, malas makan buah dan sayur. Oooopss…

Menurut para pakar kesehatan dan nutrisi, gejala PMS bisa dijadikan pertanda akan status gizinya. Maksudnya, kita bisa menebak keadaan gizi seseorang baik/tidak dengan melihat gejala PMSnya. Hah, bagaimana bisa?
Tentu bisa, karena dipercaya bahwa makanan yang dikonsumsi alias nutrisi yang masuk, berpengaruh terhadap makin memburuk enggaknya gejala PMS. Karena itu, ternyata dalam makanan, kita musti aware apa yg boleh dan yang tidak boleh/dikurangi supaya PMS tidak memburuk.

Well, dari pengalaman pribadi membuktikan demikian. Sudah beberapa lama aku mematuhi diet makanan sehat. Aku memperbanyak sayur dan buah, mengurangi garam, mengurangi gula, menjauhi makanan olahan dan termasuk olahan dari pati/tepung, dan mengurangi lemak ‘jahat’. Hasilnya, aku sangat jarang mengalami gejala PMS yang merepotkan.
Tetapi kemarin-kemarin, ketika dietku terlalu longgar dan aku lalai, tak dinyana tubuhku langsung berontak. PMS selama sepekan lebih itu merepotkan dan sangat mengganggu produktivitas. Betul, tidak?
Apalagi jika emosi menjadi tidak stabil. Bisa melukai orang-orang di sekitar kita. Betul?

Oke deh, sebetulnya masih panjang kalau mau didetailkan. Di postingan ke depan saja, membahas makanan apa saja yang boleh dan tidak selama menstruasi. 😀