Sudahkah SADARI?

image

Akhir pekan ini aku termangu mendengar kabar teman lamaku. Kaget ketika tahu dia masuk rumah sakit untuk operasi pengangkatan tumor payudara. Untung tumor jinak, tapi tetap saja kaget dan speechless pas tahu. Karena sehari-harinya, kalau ketemu teman ini, dia sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit. Sama sekali tidak. Tetap lincah, jalan-jalan backpacker kemana-mana, haha-hihi. Dia juga terkenal disiplin soal makan, tidak merokok, tidak suka dugem, pokoknya gaya hidup sehat banget deh.

Kaget banget dan bengong terutama kalau tahu gaya hidupnya temen lamaku ini. Jauh dari makan-makanan junk food, jauh dari polutan seperti rokok. Katanya dari keluarga jg tidak ada sejarah tumor/kanker payudara. Kok bisa kena tumor sih? Diam-diam aku cemas memikirkan kesehatanku sendiri. Apalagi ini mengenai aset berharga perempuan, payudaranya.

Dari ngobrol-ngobrol ketika aku menjenguknya, kecemasanku mulai berkurang. Obrolan yang sebenarnya lebih ke sharing tersebut, mulai membuka mataku. Apalagi melihat kondisi temanku pasca operasi, yang tetap cerah, ketawa-ketiwi, sama sekali tak tampak raut kesakitan pada wajahnya. Memang, sadar dengan tubuh kita sendiri adalah syarat utama untuk menjaga kesehatan. Mulai dengan mengenali betul-betul tubuh kita dan mendengarkan apa yang ‘dikatakan’ olehnya.

Terkait dengan tumor payudara ini, ternyata banyak juga kenalanku yang pernah mengalami. Hal ini terungkap ketika teman ini terbuka dengan kondisinya. Yang paling penting dilakukan adalah rutin melakukan SADARI atau periksa payudara sendiri. Karena temenku ini bisa cepat terdeteksi berkat rutin SADARI tiap bulan. Hapal dengan payudaranya, jadi ketika ada yang diluar kebiasaan langsung mudah dirasakan.

Mengenai SADARI ini ternyata masih banyak yang belum ngeh pentingnya melakukan hal tersebut. Padahal kanker payudara adalah pembunuh nomer 2 pada perempuan setelah kanker leher rahim. Bahkan ketika kami-kami mendengar paparannya, masih ada yang belum mengetahui apa itu SADARI. Juga diantara kami sendiri juga banyak yang belum melakukan rutin tiap bulan. Waktu terbaik melakulan SADARI adalah seminggu setelah menstruasi. Mengapa? Karena selain kondisi payudara paling lunak, jika menemukan benjolan pada masa sebelum haid, kemungkinan cyste atau benjolan kelenjar. Nanti akan hilang dengan sendirinya ketika haid selesai.

SADARI membuat perempuan lebih akrab dan hafal dengan tubuhnya, khususnya payudara. Kalau sudah hafal, mestinya lebih peka kalau ada yg diluar kebiasaan. Seperti bentuk puting yang tidak biasanya, asimetris, keluar cairan, adanya benjolan di bawah permukaan kulit, dsb. Langkah kedua jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter.

Tidak perlu panik atau takut. Justru kalau makin awal terdeteksi, makin besar kesempatan sembuh total. Menjaga gaya hidup sehat juga sangat membantu pemulihan kondisi fisik jika diharuskan tindakan operasi. Lebih cepat pulih, seperti temanku yang tak lama setelah operasi dapat beraktivitas seperti biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s