Menyiksa Diri Demi Tampil Cantik, Mau?

Masih tentang kecantikan. Have you girl (and boys) ever noticed, perempuan rela untuk menyiksa diri demi tampil cantik. No pain no gain, demikian kata mereka. Tidak percaya? Lihat perempuan sekitar anda.

Paling gampang, perhatikan sepatu yang mereka pakai. Pernah berpikiran tidak, bagaimana rasanya berjalan kaki bahkan berlari-lari mengejar angkutan kota dengan high heels? I told you, gue pernah ngerasain kaki gempor letoy serasa habis jogging keliling kabupaten, gara-gara jalan-jalan mengitari kuta square pake high heels 7cm. Alasan kenapa waktu itu pakai high heels, biar matching dengan bajunya dan sepatu high heels memberi kesan kaki jenjang dan seksi.

Contoh lain, ketika menjalani facial yang komedo dicutik pakai ‘alat penyiksaan’ semacam jarum yang menggilas permukaan kulit kita. Atau ketika waing, wah jangan ditanya bagaimana rasanya bulu-bulu nan nakal itu dicabut secara paksa.

Seringkali demi kecantikan, perempuan (waria juga sih, pokoknya demi tampil cantik deh) rela menjalani proses yang beresiko tinggi dan membahayakan keselamatan dirinya. Sudah pernah mendengar kan, berita pasien meninggal karena praktek salon kecantikan ilegal. Mereka meninggal karena menjalani suntik silikon yang tidak bertanggung jawab dan tidak dibawah pengawasan dokter yang kompeten dibidangnya. Atau yang cacat wajahnya, rusak, karena lagi-lagi silikon, kosmetik pemutih wajah yang ternyata mengandung bahan berbahaya, ginjal rusak karena mengkonsumsi obat-obatan pelangsing yang ilegal, dll.

Biasanya karena tidak didukung pengetahuan & wawasan yang cukup, banyak temen-temen gue yang melakukan ‘penyiksaan’ kecil-kecilan. Misalnya nih, pengin kurus tapi caranya diet kurang tepat. Misal, Cuma minum air putih dan buah, mengurangi porsi makan secara drastis yang sehari dua kali makan, dll. Padahal, kalau udah tahu esensi diet dan how to eat right and properly, yang namanya diet sama sekali tidak menyiksa.

Banyak juga yang maunya tampil cantik, tapi instan. Paling keliatan kalo liat orang dengan make up tebel. Maunya cantik, tapi entah kenapa jadi serasa liat ondel-ondel. Maunya dia, make up tebel untuk menutupi noda jerawat, kerut, dsb. Apalagi waktu liat doi polosan tanpa make up. Huaaa….kok malah jadi serasa…. Dan akhirnya, ybs makin gak pede untuk tampil flawless, makin tenggelam dibalik pulasan topeng make up.

Memang sih, no pain no gain. Setiap perempuan itu cantik, itu juga bener. Tapi, supaya cantiknya itu bisa lebih ‘keluar’, menonjol gitu, juga butuh usaha. Usaha juga jangan diartikan dengan penyiksaan. Usaha itu proses, bener ga?

Lebih milih mana, cantik pada masa sekarang, tapi bertahun-tahun kemudian kulit makin kisut kering bermasalah, badan juga sakit-sakitan, karena upaya penyiksaan. Atau prosesnya memang lama baru keliatan hasilnya, tapi sampai bertahun-tahun mendatang tetep masih keliatan awet muda nan mempesona.

Mau dong, sampe usia 50 tahun tapi masih tetap mempesona, langsing, bahkan seksi seperti Michelle Obama. Itu yakin bukan karena usaha instan, tapi hasil dari apa yang sudah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s